REVIEW SUNSCREEN WARDAH SPF 30

Sunscreen is essential things in our daily life. Perawatan muka seolah percuma bila kita tidak memakai sunscreen dengan benar. Dan sepertinya usaha pada dokter, beauty blogger dan vlogger diluar sana cukup sukses. Sekarang semua beauties sudah mulai tersadar pentingnya sunscreen di tengah negara tropis ini. Dan saat ini pun pilihan sunscreen sudah mulai banyak. Dari yang sekitar 20 ribuan sampai 300 ribuan pun ada. Kalau jaman saya masih kuliah dulu, saat kuliah lapangan pilihan saya mentok di banana boat (buat berenang), skin aqua ataupun nivea, karena hanya ketiga merek tersebut yang spf nya 30-50. Nah, kali ini saya akan me-review salah satu sunscreen sejuta umat dan masih sister-nya emina sunscreen. Yuk baca review wardah sunscreen SPF 30 berikut ini.

SUNSCREEN GEL WARDAH SPF 30
Keterangan produk sunscreen wardah pada kemasan

Kemasannya ya biasa aja gaada yang istimewa. Cuma packaging jenis seperti ini cukup saya suka sih, dibanding langsung tube product kayak facial foam. Info produk yang panjang banget itu jadi lebih enak dibaca dibanding ditaruh semua di tube produk yang isinya sekitar 40 ml ini. Tanggal kadaluwarsa juga tertulis jelas di bungkus produk begitupun keunggulan sunscreen wardah ini.

Ada tiga hal yang menjadi kelebihan produk ini, pertama, produk tidak hanya melindungi kulit dari UV A ataupun UV B, tapi juga blue light yang dihasilkan dari komputer dan gadget ini. Saya pernah lihat vlog dari stylo yang dipaparkan oleh dokter kecantikan, dinyatakan bahwa sinar UV itu bisa nembus loh dari masker dan juga dinding, jadi kalau sekedar pakai payung saja, perlindungannya tidak maksimal. Dan untuk blue light sendiri, bila terpapar dalam jangka waktu lama juga memberikan efek buruk pada kulit kita. Kelebihan lainnya adalah produk ini juga mengandung 0% alkohol, dan diklaim bisa untuk semua jenis kulit.

Tekstur dari Wardah Sunscreen Gel SPF 30

Saya menggunakan produk ini sebanyak dua ruas jari untuk wajah dan leher saya. Teksturnya gak ringan kayak sunscreen biore, tapi juga gak berat kayak banana boat, cenderung ditengah tengah. Saat dibalurkan di wajah pertama kali terasa agak “ketebalan”, tapi blend aja terus, nanti lama lama akan ngeblend dan tidak terlihat tebal lagi. Dibanding memakai sunscreen yang teksturnya terlalu “light” langsung meresap, saya lebih suka tekstur wardah sih. Dia lumayan nempel memberi lapisan tambahan, gak langsung hilang semua diserap. Efeknya wajah terlihat lebih glowing setelah dipakai. Produk ini juga tidak gampang luntur setelah pemakaian beberapa jam.

Foto sebelum dan sesudah pemakaian produk sunscreen wardah

Apakah sunscreen ini waterproof?

Menurut saya, tidak. Karena ketika saya pakai langsung luntur ketika kena air. Namun bila pembaca sekalian mau beli yang versi waterproof bisa cobain Wardah UV Shield Active Protection SPF 50 .

Review saya, sunscreen wardah ini bisa jadi pilihan buat yang lebih pengen wajahnya agak dewy setelah pemakaian. Walaupun suitable for all skin type, saya agak kurang yakin yang wajahnya berminyak akan suka hasil akhirnya yang agak berminyak. Sejauh ini wardah sunscreen tidak menyebabkan kulit saya berjerawat ataupun reaksi alergi lainnya. Jadi kembali lagi ke konsumen, suka finishing seperti apa. Kalau suka yang agak tebal dan lebih memberi lapisan dikulit bisa coba pakai sunscreen gel wardah, bila lebih suka yang langsung menyerap kayak gapake apa apa, bisa coba sisternya, yaitu emina.

Published by

meutiafitrihasan

Meutia Fitri Hasan is a proud Indonesian, Geologist who also learn about Petroleum Engineer, Blogging since 2011, Lucky for having a good husband and a handsome son.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *