Let’s concern about our self #talkabouthealthy

Heyho readers,

Such a long time no see (alias, i have no time enough to wrote anything on here). I feel enough of watching television and heard about healthy issues like, cholestrol, diabetes, heart attack (remember Adjie Masaid? husband of Angelina Sondakh),  and any other disease that i can’t wrote here (ps.. I forgot the rest ^^). 

Jadi ceritanya, si mas harus medcheck untuk mengikuti proyek yang dikasih sama kantornya. Okeh, jadi si mas, bosnya dan beberapa temannya berangkat ke Prodia untuk melakukan medical check up (next, i will just wrote it “medcheck”). Untuk beberapa jenis orang mungkin hal ini terlihat sepele, namun untuk orang lain, ini terlihat mengerikan. Medcheck berarti fisik anda akan dicek luar dalam, keep in mind ya, saya belum pernah medcheck. 

Ilustrasi – cek tekanan darah (taken from : http://kodokngikngik.blogspot.com/)

Namun saya pernah mengikuti beberapa rangkaiannya secara terpisah, karena kebutuhan sebelum operasi, persyaratan masuk sekolah dll. Yang jadi perhatian terhadap hasil medcheck si mas adalah berat badannya berlebih, kolestrol, gula darah dan asam uratnya tinggi untuk orang seusianya. Okay, saya tidak akan banyak komentar masalah berat badan, karena saya sendiri berdasarkan BMI termasuk golongan kelebihan berat badan untuk kategori dunia, dan obesitas untuk ukuran asia pasifik, namun saya masih merasa nyaman. Namun untuk kolestrol, gula darah dan asam urat, ini tidak bisa dibiarkan. Okay kalau beberapa pembaca berfikir bahwa mumpung masih muda makan saja yang enak -enak, sadarkah bahwa sebelum kita diterima kerja, beberapa perusahaan mensyaratkan medical check up. Dan saya memiliki dua orang teman yang gagal pada tahapan ini.

Dengan kesadaran tersebut, dan kengerian atas akibatnya, saya memutuskan pergi ke Watson Ciwalk untuk mengecek kadar gula darah, kolestrol dan asam urat saya. Hasilnya sebenarnya biasa biasa saja menurut ibu saya, mengingat saya suka berolah raga. Ohiya sebagai informasi, saya sangat suka jalan kaki dibanding naik angkot. Saya rutin renang 1-2x seminggu. Sebenarnya saya gambling saja pergi ke Ciwalk dan bertanya bisakah saya cek darah. Ternyata bisa, lalu mengapa tidak?

Hasil tes dari Watson beserta struk
Hasil tes dari Watson beserta struk

Tes ini menghabiskan total biaya IDR 43000. Tes kolestrol 25ribu, tes gula darah 6 ribu, dan tes asam urat seharga 12ribu.

Iseng foto struknya
Iseng foto struknya

Dan untuk hasilnya sebagai berikut

Hasil cek darah
Hasil cek darah

 

Beberapa hal yang perlu di highlight dari hasil tes diatas adalah, kolestrol, asam urat dan tekanan darah saya berada di batas atas. Namun anehnya, gula darah saya sebanding dengan orang puasa. Memang saya jarang makan sih, dan saya jarang makan karbohidrat. Untuk tekanan darah, sebelum ke watson saya habis berjalan jauh dari Ayam Goreng Suharti Cipaganti ke Ciwalk (itu jauh gak ya?). Namun ini peringatan dini buat saya agar lebih menjaga pola makan dan mulai melihat list makanan berkolestrol tinggi atau tidak.

Sekian cuap cuap saya kali ini, semoga postingan saya ini menginspirasi anak muda diluar sana untuk tetap menjaga kesehatan. Makan banyak itu tidak salah bila memang diperlukan (menurut saya), hindari diet diet yang hanya akan merusak tubuh anda (saya pernah nyoba minum perasan jeruk lemon, daun jati cina, dan hasilnya nongkrong di toilet lama, sepertinya usus saya ngamuk), Kalau mau diet konsultasi dulu ke dokter. Jangan pernah takut cek kesehatan, apalagi kalau alasannya “takut menerima hasilnya”. Kalau saya selalu berprinsip untuk membuang “dosa” setelah makan enak. Contoh : setelah makan gorengan favorit saya, saya langsung tidak naik angkot, makan yoghurt dan minum air putih.

Salam Sehat,

Muthe ^^

 

 

Published by

meutiafitrihasan

Meutia Fitri Hasan is a proud Indonesian, Geologist who also learn about Petroleum Engineer, Blogging since 2011, Lucky for having a good husband and a handsome son.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *