Hamil Tua dan Ingin Melahirkan di Kampung Halaman

Dear Readers,

Welcome to my blog (yeaaayy,,,setelah lupa update beberapa lama).Whale mommy (I’m not ibu bedak with this body -.-“), akan menceritakan salah satu perjalanan hidup yang maybeee..dirasakan beberapa ibu hamil lain.

After long conversation with fam and husband, saya memutuskan untuk melahirkan di kampung halaman (Palembang), instead of Jakarta. Keputusan ini diambil saat usia kehamilan saya 34 weeks. Dan setelah cari info sana sini, yang memperbolehkan terbang dengan usia diatas 32 hanya GARUDA INDONESIA.

untuk maskapai lain, mereka boleh sampai dengan 32 weeks. Tapii….jangan sangka prosesnya cukup surat dokter seperti usia sblm 32 weeks ya. GA memperbolehkan terbang antara usia 32 – 35 weeks kehamilan dengan syarat ada form MEDIF 1 dan MEDIF 2 dari Garuda Sentra Medika. Weleeeh, apa lagi ini?

Jadi….ada form khusus yang disediakan oleh pihak garuda yang harus diisi oleh obgyn kita yang menjadi pertimbangan apakah kita layak terbang.

Jadi alurnya adalah:

  • Menelfon garuda sentra medika (0214241000 ext 6136), untuk meminta form MEDIF 1 dan MEDIF 2, saya meminta dikirim via email, karena kantor mereka yang di kemayoran tidak memiliki obgyn dan cukup jauh dari rumah
  • Setelah menerima form, kita ke obgyn kita, untuk meminta sang dokter mengisi kondisi kehamilan dan kelayakan kita terbang
  • Form yang telah diisi dokter kandungan dikirimkan kembali ke Garuda Sentra Medika via email, untuk selanjutnya diapprove oleh dokter di Garuda Sentra Medika.
  • Form yang telah diapprove di print untuk keperluan bandara.

Dan untungnya proses diatas cukup cepat loh bu ibuk, setiap saya kirim dokumen pagi, sore or siangnya sudah diapprove dan dikirim kembali ke saya.

Dan maybe yah, karena kehamilan saya tidak sebuncit ibu hamil pada umumnya (menurut kesaksian beberapa orang, kehamilan saya lebih mirip orang gemuk dibanding hamil), saya hanya menunjukkan beberapa kali form medif saya di bandara (itupun atas inisiatif saya sendiri).

Tips and trick saya, lebih baik check in lebih awal ya, biar request seat nya enak. Dan di terminal 3 sendiri, ada kendaraan khusus bu ibuk hamil, membawa anak dan lansia untuk berkeliling terminal.

Perjalanan berlangsung lancar tanpa masalah, dan si baby pun gerak gerak diperut selama di perjalanan. Sesampainya di Palembang, saya secepatnya ke RS Siloam Sriwijaya (saya memang sudah survey dan memilih melahirkan disini) untuk mengecek keadaan si baby dan untungnya baby sehat sehat saja.

Yak sekian blogging hari ini, semoga bermanfaat 🙂

2021662696122016080715

 

Published by

meutiafitrihasan

Meutia Fitri Hasan is a proud Indonesian, Geologist who also learn about Petroleum Engineer, Blogging since 2011, Lucky for having a good husband and a handsome son.

5 thoughts on “Hamil Tua dan Ingin Melahirkan di Kampung Halaman”

  1. Halo saya ingin bertanya , dari pengalaman mbak sendiri apakah dalam proses pengurusan MEDIF dikenakan biaya tambahan sekitar 390.000 ? Jika iya kalau boleh tau sebab ada biaya tambahan nya kenapa ya ?

    1. Hai ruddy, nah saya sendiri gak kena biaya. tapi Ada pengalaman blogger lain Yang kena biaya. Dan yg bilang kena biaya itu dia penerbangan international. Terakhir sy gak kena, pake obgyn sendiri Dan via email saja. Smoga membantu ya

Leave a Reply

Your email address will not be published.