Review Kolam Renang Anak, Kolam Tiup atau Kolam Terpal?

Hai parents, welcome back to myblog. Semoga parents dalam keadaan baik ya sekeluarga. So, dari sekitar 1 tahun sampai sebelum pandemi covid terjadi (3 tahun umur anak saya), anak saya rutin sekitar 2-3 kali seminggu berenang di kolam renang umum. Nah, karena pandemi, saya memilih untuk tidak mengajak anak saya ke kolam renang. Bisa aja sih saya ke sungai atau pantai, tapi sekarang kan kita juga harus menghindari keramaian, So stay at home is the best option for now. Tau sendiri dong ya tenaga anak cowok itu seheboh apa, jadi saya merasa perlu mencoba menyewa kolam mini untuk anak saya bermain dengan bebas. Sekaligus agar kegiatan fisiknya lebih bervariasi. Nah buat yang bingung mau membeli jenis kolam apa buat anak, yuk baca Review Kolam Renang Anak ala Mama Zidan ini.

Kolam Tiup

Mayoritas orang tua memilih kolam jenis ini untuk digunakan anak mereka dirumah. Harganya dan bentuknya juga lebih bervariasi. Pinggirannya yang berupa “balon” membuat anak lebih nyaman bila terbentur. Yang saya sewa ini mereknya intex dengan diameter mungkin kira kira 1.5 m.

Kolam Terpal

Saya awalnya pesimis ini bakal enak dipake, soalnya modelnya kayak gak oke. Terutama dindingnya kurang meyakinkan. Ini merknya juga intex, dan dibanding kolam tiup ini lebih murah. Walaupun kolam jenis ini kurang populer, so far this is the best for me. Lebih praktis dan tinggal isi. Mau buang tinggal dibalik saja isi kolamnya, lebih ringan.

Apa kelebihan kolam tiup untuk anak?

Kolam tiup ini lebih nyaman digunakan si anak. Untuk merek intex yang saya sewa, bagian lantai dan dinding ketika dipompa menggembung seperti balon. Jadi, ketika anak terbentur atau terjatuh tidak terlalu berbahaya. Terdapat saluran air di dasar kolam sehingga kalau mau menguras tinggal dibuka

Apa kekurangan kolam tiup untuk anak?

Jujur, ini repot buat saya. Pertama kamu harus pompa, karena ini saya sewa kolam besar, saya harus pompa pakai pompa listrik. Belum lagi yang saya sewa ini tutupnya agak sensitif, geser sedikit kebuka. Lalu karena modelnya agak riskan bocor, saya tidak berani memakai model tiup ini langsung ke tanah, karena takut terkena kerikil tajam. Mungkin harus siapin terpal kali ya biar safe.
Walaupun ada saluran pembuangan air dibawah, ketika saya buka airnya mengalir sangat lama (karena langsung ke bidang datar). Jangan mimpi bisa geser-geser si kolam karena kalau udah terisi air beratnya minta ampun.

Apa kelebihan kolam terpal untuk anak?

Lebih ringan, lebih murah, kualitas tidak jelek. Dimensinya lebih luas dibanding kolam tiup. Sangat nyaman untuk orang tua.

Apa kekurangan kolam terpal untuk anak?

Lantainya tipis, sangat beresiko bila ditempatkan di tempat yang banyak kerikil. Dindingnya cenderung pendek dan ketika kita bentangkan, masih kelihatan tidak terbentuk. Perlu perhatian ekstra saat megisi air karena kadang dindingnya suka jatuh sendiri sehingga air bisa tumpah dari samping.

So, begitulah review kolam renang anak versi saya. Kalau ada yang pernah coba tipe lain atau ada merk yang bagus bisa share dong via comment. Ohiya deskripsi produk dan harga bisa dicek di sini, Dan untuk sarana bermain anak lain bisa cek di sini.

Published by

meutiafitrihasan

Meutia Fitri Hasan is a proud Indonesian, Geologist who also learn about Petroleum Engineer, Blogging since 2011, Lucky for having a good husband and a handsome son.

One thought on “Review Kolam Renang Anak, Kolam Tiup atau Kolam Terpal?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *