[Review] Happy Little Soul by @retnohening #temanmainkirana

Happy Little Soul – @retnohening
Penerbit : Gagas Media
Cetakan Kelima, 2017
Penulis : Retno Hening Palupi, Editor : Tesara Rafiantika. Ilustrator : Insnina Aryani Hasanah dan Alzaena Ulya Rusmidi

Kali ini saya akan me-review sebuah buku yang benar benar fenomenal pada masanya. Mungkin pengguna instagram di sekitaran 2016-2017 an mengingat gadis kecil lucu bernama Kirana yang bisa kita lihat tingkah lucunya di instagram @retnohening yang tak lain dan tak bukan adalah mamanya Kirana. Jujur, at that time saya memang punya instagram, but… belom married dan punya anak. Jadi saya gak follow ataupun mengikuti kisah kirana sendiri.

Tapi saya punya beberapa teman yang memiliki anak pada waktu itu dan at that time, Ibuk Kirana ini kek bisa dianggap selegram motherhood terkenal waktu itu. Bisa jadi pemrakarsa selebgram parenting jaman now ini ya dari Mbak Retno Hening ini. Nah, ketika Gramedia udah ada di Tanjung, buku ini langsung mencuri perhatian dan tanpa bas bus langsung beli.

Tercermin dari buku ini, Sosok Kirana merupakan tokoh ‘happy little soul’ yang menjadi judul bukunya. Tapi sebenernya, menurut saya, baik kirana maupun Ibuk Kirana keduanya adalah sosok ‘Happy Little Soul’. Wajar aja Ibu Kirana cenderung ‘lunak dan sopan’ kepada Kirana, mengingat secara tidak langsung Nenek Kirana juga tersirat berbicara dengan lemah lembut ke Ibu Kirana. Bahkan ketika Kirana agak rewel, dan Ibu Kirana stress, Nenek Kirana-lah yang menenangkan dengan bilang ‘Kasian Kirana, dia pasti bingung dan ga-nyaman dengan dunia barunya, kalau kamu stress, sebenernya kirana lebih stress’. Coba jaman begini, susah banget gak sih nyari nenek/keluarga yang gak ngomenin cara kita ngurus anak.

Lalu yang saya suka dari buku ini adalah ke-terus terang-an Ibu Kirana mengenai sifat Kirana. Coba Ibu-ibu liat postingan instagram ibu-ibu selebgram, ada gak yang terang terangan bilang anaknya lagi gak mau dengerin ibu-nya ataupun Ibu-nya menunjukkan kelemahan dirinya dalam ngurus anak. Saya yakin gaada karena mayoritas selebgram menggunakan sosmed hanya untuk meng-influence hal yang menurut mereka baik saja. Nah, Ibu Kirana terang terangan bilang dia masih banyak kekurangan jadi Ibu, yaitu masih suka nyuekin kirana kalo lagi sibuk ngerjain rumah, bahkan kadang turut menangis melihat kerewelan kirana diwaktu bayi. Kirana pun diceritakan ibu-nya sempat mengalami dermatitis atopik ketika bayi, yang sering membuat kirana garuk-garuk badannya dan rewel. Ibu kirana pun masih memperbolehkan kirana menonton video via Ipad dengan pengawasan, yang mana terlihat bahwa ini masih jenis ibu ibu manusiawi kan ya. Jaman sekarang menghindari gadget itu susahnya minta ampun, sayapun masih memberikan gadget ke anak dengan pertimbangan tertentu, asal tidak berlebihan dan kita tegas, namun untuk games, saya no.

Isi buku ini lebih ke-arah sharing Ibu Kirana mengenai bagaimana mengurus bayi untuk para new mom, terfokus pada umur 3 tahun kebawah. Bahkan Ibu Kirana juga memberikan tips membuat mainan sendiri untuk anak. Walaupun Ibu Kirana bukan dari kalangan penulis, Ibu Kirana tetap bisa menyajikan tulisan yang apik yang pasti dengan bantuan dari gagas media. Untuk yang beragama Islam juga bisa membaca buku ini mengingat Ibu Kirana menggunakan Al-Quran dan Hadis untuk tuntunan parentingnya.

Buku ini cocok untuk : Calon Orang Tua! Sejujurnya saya pas baca merasa waktunya sudah lewat, hahahaha karena anak saya udah dua setengah tahun. But I can relate to her story, orang tua baru, di tempat jauh dari rumah, dengan satu anak yang gatau banget cara ngerawatnya. Calon orang tua perlu banget baca buku ini biar pada tau, ngurus anak gak semudah baca artikel parenting. Penerapan-nya bener-bener bisa bikin orang tua depresi. Saya terang-terangan ya, beberapa kali pas Zidan 1 tahun saya bisa pukul-pukul dinding sambil nangis, karena saya kesel, tapi saya gamungkin ngelampiasin ke anak saya. Dan jujur aja, saya pikir membicarakan masalah merawat anak ke orang tua saya juga sia sia, mengingat mereka membesarkan saya dengan bantuan ART. So, before decide about having a child, read this book. Hamil buat saya repot nya bukan apa-apa, apalagi melahirkan. Membesarkan anak yang bener bener gabisa tidur, bentuk badan berubah, kesepian gaada temen, inilah yang bisa bikin orang tua depresi, baik ayah ataupun ibu. Ayah gabisa futsal seenaknya lagi, Ibu? boro-boro nyalon, mandi aja semenit 😀

Published by

meutiafitrihasan

Meutia Fitri Hasan is a proud Indonesian, Geologist who also learn about Petroleum Engineer, Blogging since 2011, Lucky for having a good husband and a handsome son.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *