Must Have Hijab For Mommy and Sister

Halo buk ibuk sekalian, apa kabar??

So hari ini, saya ingin sedikit sharing mengenai tips dan trik sebagai pemakai hijab since 2006. Yap, saya pakai hijab dari tahun segitu teman teman. Nah dahulu, ketika hijab belum begitu populer, susah banget buat saya untuk memiliki baju yang sesuai ataupun hijab yang mudah dipakai. So waktu itu kebanyakan saya pake hijab instan yang sebenernya ibu ibu banget. Jadi, setelah menelaah beberapa season per-hijab-an. Saya akan meresume hijab jenis apa saja yang must have untuk para mommy dan sister.

Kerudung Segi Empat /Scarf

me, waktu kuliah, kerudung segiempat dengan ciput nongol
Modelnya bisa dimacem macemin shay, asal PEDE.

(+) Murah dan bisa dipakai dalam keadaan formal maupun non-formal, minimalis tapi paling rapih

(-) Harus disetrika, kurang bisa ‘digaya gayain’, gampang rusak kalo salah pake peniti/pentul, ribet, resiko ciput balapan

Weis, siapa yang ngerasain betapa in-nya kerudung paris polos seharga 10-15 ribuan. Beberapa temen saya bahkan punya setiap warna buat dipadu padankan dengan cardigan atau bajunya waktu itu. Pas saya kuliah itu label hijab mureh belum ada. Saya inget banget yang ada cuma shafira (yang etdah mahalnya emang bukan buat kantong mahasiswa) dan rabbani (rabbani ini agak gak cocok dengan gue modelnya, kebanyakan bergo atau hijab instan). Sampai sekarang beberapa orang tetap setia dengan hijab model segiempat ini. Karena memang modelnya gak lekang oleh waktu. Dari yang polos murah sampe yang ekslusif (temen pernah beli hijab yang premium segi empat, diklaim 1 model pola cuma untuk 1 hijab, satunya sekitar 300an) masih laris manis. Mau buat kondangan? ada yang bahannya silk mengkilap gitu, jadi mewah shay.

Bergo Aka Hijab Instan

one of my fav all the time, bergo

(+) Tinggal Leup! Cemplung Jes Dar Selesai. Modelnya Juga Banyak

(-) Tidak resmi dan terkesan hanya untuk bersantai

Bergo, yang bahannya kaos terutama, enak banget dipakai untuk newbie. Pas awal-awal pakai kerudung semua yang saya punya itu cuma bergo. Dulu yang ngetop banget rabbani (untuk sekolah). Dan dikampus juga tidak dilarang memakai bergo asal berbaju sopan dan pakai sepatu (FYI, beberapa kampus tidak memperbolehkan mahasiswinya pakai kerudung bergo, kek terlalu santai ceunah). Sebagai ibu-ibu yang semuanya in a rush, this is a must. Saat ini favorit saya bergonya elzatta karena modelnya banyak dan motifnya bagus-bagus. Harganya antara 30-50 ribuan.

Pashmina

Pashmina illustration

(+) rapih, nyaman, cocok untuk formal maupun informal, lebih simpel untuk menghadiri acara

(-) lebih sulit dipakai dan susah untuk “stay in shape”.

Tren pashmina ini bisa dibilang paling singkat saya alami, namun…paling banyak saya beli (dan paling banyak dikasih orang). Pertama kali saya beli pashmina two-tone untuk wisuda, dulu per pashmina itu sekitar 70 ribuan. Tapi gak nyesel sih mengingat emang bagus dan simple. Dulu jilbab wisuda yang biasanya pake jilbab segi empat berlayer -layer dengan banyak aksesoris tumpuk udah mulai ditinggalkan peminatnya. Pada sekitaran tahun 2013 an orang orang mulai melirik pashmina karena terlihat “tidak terlalu kusut” dan memberikan efek tirus. Penggunaan ciput model topi pun ditinggalkan karena bikin kuping sakit dan mulai ke ciput ninja/karet.

Tapi sebenernya saya ga terlalu suka pashmina selendang panjang ini. Karena untuk bikin dia “stay in shape” itu menurut saya harus ada backup pentul di beberapa spot. Kalau kerudung segi empat dia dari awal ampe akhir bentuknya mantep, nah kalo pashmina ini dia karena bahannya lembut, ciput/innernya biasanya bahan kaos karet biasa, gesekan ama rambut, suka geser sono sini. Dia ini cantik tapi ribet, kalo sambil gendong zidan auto ancur lah. Oleh karena itu saya lebih suka option dibawah.

Pashtan aka PASHmina insTAN

no ‘pentul or peniti’ needed

(+) Praktis, cantik, bahan gak kusut, motif banyak, gabutuh peniti or pentol

(-) Tidak bisa dikreasikan (model fix)

Sekarang saya pokoknya ‘Pashtan to the rescue’. Saya punya pashtan berbagai motif dan warna. Paling saran saya kalian hati hati dengan banyak pashtan yang dijual di online shop, soalnya beberapa yang saya liat bahannya jelek atau pas dipake gak sesuai muka kita. Saya beli pashtan selalu ke satu orang karena udah teruji cocok sama muka.

So…sekian sharing saya, kalau ada saran dan kritik bisa dikomen ya 🙂

Published by

meutiafitrihasan

Meutia Fitri Hasan is a proud Indonesian, Geologist who also learn about Petroleum Engineer, Blogging since 2011, Lucky for having a good husband and a handsome son.

One thought on “Must Have Hijab For Mommy and Sister”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *